skip to content »

profix-kuzbass.ru

Kisah dewasa aku dipuaskan penari tayub

kisah dewasa aku dipuaskan penari tayub-5

Selama hampir satu bulan dia dirawat di RS, aku semakin terasa kesepian selama itu pula. Ronald duduk disebelahku sambil membelai-belai rambutku. Sebenarnya aku sama seperti dia, kayaknya ada yang keluar dari vaginaku, tapi aku sudah duluan, bahkan sudah dua kali aku keluar. Akhirnya aku teringat, dan kujelaskan bahwa selama aku menikah, aku belum pernah disetubuhi suamiku, karena dia impoten yang disebabkan oleh sakit kencing manis. Kami masih bugil, saling berangkulan, tubuh kami saling merapat. Seharusnya kegadisanku ini milik suamiku, kenapa harus Ronald yang mendapatkannya? Ronal agak lama melakukan senggama ini, maklum sudah berapa ronde dia malakukannya,. Dirangsangnya aku, diciuminya bagian luar vaginaku, dijilatinya tepinya, dalamnya, dan oh…menggeliat kenikmatan. Kutarik dia dan kutuntun ****** ronal masuk ke memekku, kudekap dia dalam-dalam, kuciumi bibirnya, dan kugoyang-goyang pinggulku sejadinya. ” Aku juga sayang kamu Ron ” Kataku lirih.” Sayang itu bisa abadi, tapi cinta sifatnya bisa sementara ” Sambungku lagi. Aku tampak bodoh dan cengeng, kenapa aku bisa tunduk dan pasrah dengan anka muda ini ?Pada suatu hari aku harus pergi menebus obat di sebuah apotek besar, dan harus antre lama. Tiba-tiba aku ingin keluar dari apotek itu dan mencari suasana segar. Astaga, setelah kami bangkit dari ranjang, kami lihat darah segar menodai seprei putih itu. Akupun tak mau kalah usaha, ku kocok-kocok penis Ronald yang sudah tegang membesar itu, ku tempelkan ditengah-tengah kedua payudaraku, kumainkan dengan kedua tetekku meniru adegan di blue film VCD. Ronald diam saja, tampak dia agak ngilu, tapi tetap kugoyang, dan ah…yang puas kali ini, hingga tak sadar aku mmencubit perutnya keras-keras dan aku setengah berteriak kenikmatan, terasaada sesuatu yang keluar di vaginaku, aku sudah sampai klimaks yang paling nikmat. ” Aku sayang kamu Yulia ” Terdenga suara Ronald setengah berbisik, seraya dia menatap wajahku dalam-dalam. Setelah puas dengan adegan perpisahan itu, lantas kami melangkah keluar kamar, setelah check out, kami menuju Blok M dan kami berpisah di pelataran parkir.

kisah dewasa aku dipuaskan penari tayub-75kisah dewasa aku dipuaskan penari tayub-26

Akhirnya kami sepakat untuk ngobrol di tempat yang aman dan sepi, yaitu; ” Hotel”. Di hotel itu kami mendapat kamat di lantai VII, sepi memang, tapi suasananya hening, syahdu, dan romantis sekali. Aku kehilangan dua orang laki-laki yang pernah mengisi hidupku. Aku menikah dengan sang playboy, usianya sangat renta sekali, 65 tahun pada saat aku dinikahinya.Setahun aku hidup sekasur dengan dia, selama itu pula aku tidak pernah merasakan apa yang dinamakan nikmat seksual.Aku pergi ke sebuah Mall dan makan dan minum disebuah restauran. Karena begitu ramainya restauran itu, sehingga aku mendapat tempat yang belakang dan pojok. Tak kusangka, dengan adegan begitu, Ronald mampu memuncratkan air maninya, dan menyemprot ke arah wajahku. Setelah selesai mandi, berdandan, baru terasa alat vitalku perih. Setelah semuanya beres, sebelum kami meninggalkan kamar itu untuk pulang, kami sempat saling berpelukan di depan cermin. Aku sempat mengecup pipinya, dia juga membalasnya dengan mencium tanganku.Setelah beberapa saat aku makan, ada seorang anak muda ganteng minta ijin untuk bisa duduk dihadapan aku. Aneh sekali, aku tak jijik, bahkan aku melulurkannya kebagian muka dan kurasakan nikmat yang dalam sekali. Ronald kembali kerumahnya, dan aku pulang dengan gejolak jiwa yang sangat amat berkecamuk tak karua.Aku sering melakukan masturbasi ringan untuk melampiaskan hasrat seksualku, dengan berbagai cara yang kudapat dari khayalan-khayalanku. Aku menarik tangan Ronald untuk mendekapku, dia menurut saja. Gairah sex ku semakin membara, maklum sekian tahun aku hanya bisa menyaksikan dan menyaksikan saja apa yang dinamakan ” penis” semnatar belum pernah aku merasakan nikmatnya. Kutarik tangannya untuk memberi isyarat agat dia membuka kancing busananku satu persatu. Semakin dia membuka kancing busanaku semakin terangsang aku. Ronal memandangi tubuhku yang putih mulus, tak henti-hentinya dia memuji dan menggelengkan kepalanya tanda kekagumannya. Aku berbarimng dan membuka selangkanganku, siap posisi, siap digempur. Tampaknya dia juga begitu, selalu tak tahan lama !! Setelah istirahat makan, kami tudur-tiduran sambil ngobrol, posisi masig dengan busana seadanya. Tubuh kami masih basah dan penuh dengan sabun mandi.

Pada suatu hari, Burhan harus terbaring di rumah sakit yang disebabkan oleh penyakitnya itu. Aku memeluknya erat-erat, lalu dia mencium keningku. Ronald memasukkan penisnya kedalam vaginanku, oh…sakit, perih ? Dia terus menggoyang-goyang, aku sesekali meladeninya. Hingga….cret…cret…cret…air mani Ronald tumpah muncrat di dalam vaginaku. Aku menjelaskannya lagi, dan dia memeluk aku penuh rasa sayang dan kemesraan yang dalam sekali. Hampit satu hari kami di kamar hotel itu, sudah tiga kali aku melakukan hubungan sex dengan anak muda ini. Oh nikmatnya, aku melakukan persetubuhan dalam keadaan bugil basah di kamar mandi. Tak kuduga sama sekali, aku meneteskan airmata, terharu sekali.

Karena mungkin hanya bangku itu yang satu-satunya masih tersisa. Singkat cerita, kami berkenalan, dan ngobrol ngalor-ngidul, hingga suatu waktu, dia membuka identitas dirinya. Rasa sedih, bahagia, puas, cinta, sayang dan sebaginya dan sebagainya.

Dia masih bujang, orang tuanya tinggal di luar negeri. Ketika memasuki halaman rumahku, aku terkejut sekali, banyak orang berkumpul disana. Aku mulai gugup, ketika aku kemuar dari mobil, kudapati keluarga mas Burhan sudah berkumpul, ada yang menangis.

Aku mendapat pelajaran seksual dari film-film yang diputar Burhan. Aku merunduk tanpa sadar, dan menghisap penisnya Ronald. Kami mandi bersama, trkadang saling memeluk, saling mencium, tertawa, bahkan sedikit bercanda dengan mengelus-elus penisnya.

Aku sering berkhayal, aku disetubuhi laki-laki jantan. Penisnya besar dan ereksinya begitu keras tampaknya. Masih kaku memang gayaku, tapi lumayanlah buat pemula. Jari jemari Ronald mengelus-elus kemaluanku, bulu memekku di elus-elus, sesekali manarik-nariknya. Basah tak karuan sudah vaginaku, disebabkan oleh emosi sex yang meluap-luap. Akhirnya, kami sama-sama mengambil posisi ditengah-tengah ranjang. Dia tak kalah kreatif, dimainkannya puting payudaraku, aku terangsang……dan…….oh,…melakukannya lagi dengan posisi berdiri.

tapi ya aku hanya bisa memandang saja karna bagaimanapun juga dia adalah tetanggaku dan suaminya adalah teman aku.