skip to content »

profix-kuzbass.ru

Ngintip ketek cewe xxx gratis

Tubuh seksi itu terguncang-guncang karena gempuran tubuhku yang sedang mengawininya di tangga.

Beberapa saat berlalu kami berdua melepaskan nafsu birahi, dunia bagaikan berhenti berputar, waktu bagaikan terdiam sejenak.Seluruh indera kami memusatkan perhatian pada kedua kelamin kami yang sedang bersatu dan berbagi klimaks.Tak lama Mbak Vidya selesai orgasme dan tubuhnya melemah dan bagian depan tubuhnya merosot kebawah, sementara aku menegakkan badan tanpa melepaskan alat vitalku yang masih bersarang di dalam lembah kenikmatannya. Suara kaki Tante Hani membuat kami otomatis bergegas merapikan baju kami dan berlari ke kamar agar tidak ketahuan..Dengan gemas aku melepaskan pelukanku dan hendak merobek bajunya, tetapi saat tangan kananku menarik kerah bajunya, Mbak Vidya melepaskan tangan kanannya dari pagar tangga dan menggerakan tangan itu ke belakang sehingga gerakanku membuat baju piyama Mbak Vidya terlepas dari tangan kanannya sehingga kini bajunya tergantung di tubuh bagian kiri karena tangan kiri Mbak Vidya masih memegang tangga.Tak sabar aku geser baju itu ke samping sehingga berjumbel di tangan kiri Mbak Vidya.Namun akhirnya Mbak Vidya mendorongku dan dengan suara tertahan berkata, “Adek! Mbak Vidya berusaha meloloskan diri namun tak berhasil.

Ia memegang pagar tangga dan berusaha menarik tubuhnya agar lepas dari cengkramanku.

Sensasinya bagaikan sedang memperkosa, dan aku menjadi buas. Dengan cepat aku merojok-rojok memek Mbak Vidya yang sempit dan hangat itu dengan kontolku, kemudian aku peluk Mbak Vidya dari belakang dengan kedua tanganku untuk kupegang baju piyamanya di bagian lubang leher piyama itu, lalu dengan sekuat tenaga aku bedol baju piyamanya sehingga berhamburanlah beberapa kancing-kancing piyamanya sehingga kini piyamanya terbuka paksa, namun masih ada dua kancing tersisa dan kembali aku buka paksa sehingga kedua kancing itu copot juga.

Aku remas teteknya yang ternyata masih terbalut bra.

Dari mulutnya aku dapat merasakan sedikit kuah indomie rasa kari ayam yang membuat aku bertambah buas melumat bibir dan mulutnya. Terus, biar Mbak belum mandi, tubuh Mbak harum baunya.” “tapi kalo kelihatan Ibu gimana? Aku berhasil mengejarnya di kaki tangga dan memegang tangannya, tapi Mbak Vidya lebih cepat reaksinya dan berhasil melepaskan diri.

Bunyi kecupan bibir kami mulai bertambah banyak dan cepat. Kami berkejaran sehingga pertengahan tangga di mana tangganya membelok 90 derajat dan kali ini aku berhasil memegang kedua pinggulnya.

Akhirnya, pada hari ke empat, aku mencoba melakukannya di pagi hari setelah sarapan. Aku dan Mbak Vidya baru selesai sarapan dan memutuskan untuk menonton TV. “Jangan ahhhhh…..” Dengan cepat aku merogoh celana piyamanya dan terkejut ketika mendapati tangan kiriku itu tidak terhalangi celana dalam melainkan telapakku meraba selangkangannya yang gundul itu. ” Mbak Vidya menghardikku pelan dan tangannya menahan tanganku namun tidak berusaha menepis tanganku. Aku menggerakan jemariku hingga mengelusi bibir memeknya.